Nurdin Halid Harusnya Mundur Seperti Pak Harto

Sabtu, 01 Januari 2011

Seruan publik yang menghendaki Nurdin Halid turun dari tampuk kekuasaannya di PSSI, mengundang komentar dari tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, Andi Ilham Matalatta.

Ilham yang ditemui detikcom di Kampoeng Popsa, Makassar, jumat (31/12/2010), menyarankan Nurdin, yang sudah tujuh tahun menjadi Ketua Umum PSSI,  mencontoh sikap mantan Presiden Soeharto di akhir kepemimpinannya yang memilih mundur ketika mayoritas rakyat Indonesia menghendaki ia turun dari kekuasaannya.

Menurut Ilham, jika masyarakat sudah tidak senang lagi dengan kepemimpinan Nurdin di PSSI, harusnya Nurdin bersikap peka dan mendengar aspirasi publik.

"Pak Harto dulu mengumpulkan menteri-menterinya dan mendengar aspirasi rakyatnya dengan memilih mundur dari kekuasaannya, hal ini patut dicontoh oleh Nurdin," seru Ilham.

Tokoh masyarakat yang fokus membina olahraga selama puluhan tahun di Sulsel ini juga menyinggung budaya 'Siri Napacce', atau budaya malu di kalangan masyarakat Bugis-Makassar.

Nurdin sebagai putra Sulsel, lanjut Ilham, harus menjunjung tinggi budaya 'Siri Napacce', yakni ketika tidak ada prestasi yang membuat publik puas terhadap kepemimpinannya, sebaiknya legowo mundur dan memberi kesempatan bagi pihak lain.

"Harus ada figur baru, Nurdin harus peka meskipun di dalam konsep demokrasi ia bisa memilih bertahan," tutup Ilham.(detiksport.com)

by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]

Bebaskan Sepakbola Dari Politik

Sebagai orang yang kalau di luar negeri saya sangat membangga-banggakan demokrasi di Indonesia, saya agak kecewa dengan larangan sepak bola selama masa pemilu legislatif. Kesannya, larangan itu seperti membenarkan bahwa sebenarnya Indonesia ternyata belum siap dengan demokrasi.

Larangan sepak bola itu, menurut pendapat saya, menjadi salah satu cacat demokrasi kita. Seolah-olah kita tidak bisa melakukan pemilu kalau masih ada sepak bola. Artinya, pelaksanaan demokrasi di Indonesia masih ada catatannya. Demokrasi dengan catatan.

Saya yakin, penyebabnya adalah kurang gigihnya pengurus sepak bola dalam memperjuangkan dirinya. Pada masa lalu, ketika demokrasi belum sehebat dan sedewasa sekarang, sepak bola bisa berjalan lancar. Mengapa kian lama justru kian ada masalah?

Memang masalahnya, antara lain, juga ada di sepak bola sendiri. Pertama, sepak bola sudah sangat berbau politik. Pengurus sepak bola juga memanfaatkan sepak bola untuk kepentingan politiknya. Pemilihan pengurus sepak bola memakai pertimbangan politik juga.

Kedua, kerusuhan-kerusuhan sepak bola tidak segera diatasi oleh masyarakat sepak bola sendiri. Tidak ada pemikiran yang mendasar untuk menyelesaikan persoalan itu.

Ketiga, tidak ada usulan yang baik kepada pihak keamanan agar pertandingan sepak bola tetap berjalan tanpa harus mengganggu jalannya pemilu.

Saya tidak tahu apakah organisasi sepak bola internasional membolehkan larangan bertanding oleh penyebab politik seperti itu. Seharusnya organisasi sepak bola internasional juga ikut menekan pemerintah Indonesia untuk tidak mudah membatalkan jadwal kompetisi dengan alasan yang kurang masuk akal. Bisa saja pengurus sepak bola Indonesia minta tolong pengurus internasional untuk perjuangannya itu.

Tapi, ya sudahlah. Larangan sudah keluar. Pengurus sepak bola sendiri juga sudah menerima larangan itu. Maka, sudah nasib sepak bola untuk sulit diperjuangkan menjadi olahraga yang punya masa depan yang gemilang. Kalau jadwal kompetisi saja bisa diintervensi demikian jauhnya, bagaimana semangat untuk bersepak bola bisa terus berkembang?

Mengurus sebuah klub sepak bola tidak gampang. Biayanya besar, tenaganya besar, dan tekanan batinnya juga dalam. Molornya jadwal berarti juga menggelembungnya dana.

Di lain pihak, kalau kita ingin bisa dikatakan semakin dewasa, pemisahan politik dari kehidupan di luarnya harus semakin nyata. Kini, antara politik dan bisnis sudah kian terpisah. Politik dan tentara sudah terpisah jauh. Kok malah politik dan sepak bola masih berhubungan begitu kentalnya.

Maka, seruan yang harus lantang diteriakkan adalah: bebaskan sepak bola dari politik!

by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]

Friendly Match: PSS Bantai Mlati FC 14-0

Kamis, 30 Desember 2010

Tim "Super Elja" PSS Sleman meraih hasil positif dalam ujicoba melawan juara IV Pengprov Cup, Mlati FC yang digelar sore tadi Kamis (30/12) di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman. Skuad besutan M. Basri berhasil menggebuk Mlati FC dengan skor cukup telak 14-0 melalui Lubis Syukur, Ferry Anto (2), Nanda, M. Eksan (4), Sardi dan Tri Handoko (3).

PSS mempersiapkan tim ini untuk menghadapi partai kandang melawan Persekam Metro FC Malang yang akan digelar besok Senin (3/1) dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone 2010/2011 di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman. Di babak I PSS menurunkan formasi baru tanpa Awank yang tidak bisa memperkuat PSS saat menghadapai Peersekam esok. Posisi yang ditinggalkan Awank diisi oleh Kukuh Andriyono sedangakan untuk mendampingi Anang Hadi, PSS menurunkan A. Triyatmoko dengan duet lini depan Ferry Anto dan Lubis Syukur. Di babak pertama PSS unggul 5-0 melalui Anang Hadi, Triyatmoko, Lubis Syukur dan Ferry Anto yang mencetak 2 gol.

Di babak II PSS mengganti semua pemainnya. Meski turun dengan skuad cadangan di babak kedua, PSS terus gencar melakukan serangan ke pertahanan PSS. Alhasil PSS berhasil menambah keunggulannya menjadi 14-0 melalui Nanda, Sardi, M. Eksan (4) dan striker muda Tri Handoko (3). Dengan hasil positif ini, PSS diharapkan semakin optimis mampu meraih poin penuh dalam laga kandangnya.(slemania.or.id)

by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]

Sore Ini, PSS Jajal Mlati FC

PSS terus mempersiapkan diri sebelum menghadapi Persekam Metro FC Malang dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone 2010/2011 pada hari Senin (3/12) di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Sore ini Kamis (30/12), PSS akan menjajal juara IV Pengprov Cop, Mlati FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman. PSS yang dipastikan turun tanpa Awank akan mencoba formasi baru tanpa Awank. Selain itu PSS akan menjajal Lubis Syukur dan Dulsan Lestaluhu yang tidak dibawa dalam tur Papua kemarin.

Pelatih M. Basri telah memberikan porsi latihan khusus kepada pemain yang tidak dibawa ke Papua kemarin, terutama meningkatkan fisik. Posisi bek kanan akan kembali ditempati Dulsan Lestaluhu yang sempat mengalami sakit sedangkan untuk lini depan coach M. Basri masih mencari duet striker yang pas yaitu antara Lubis - Ferry Anto atau Lubis - Tri Handoko.

Tekad PSS untuk meraih poin penuh dikandang membuat PSS terus meningkatkan porsi latihan khususnya penerapan taktik dan formasi yang pas agar bisa meraih kemenangan saat menjamu Persekam pada hari Senin (3/12).(slemania.or.id)

by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]

Indonesia Menang, Malaysia Juara

Rabu, 29 Desember 2010

Timnas Indonesia menundukkan Malaysia 2-1 di partai leg II final Piala AFF 2010. Tapi keunggulan agregat tetap bikin Malaysia keluar jadi juara.

Dalam partai leg II Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010) malam WIB, Indonesia membuang peluang untuk unggul lebih dulu setelah Firman Utina gagal menceploskan bola dari titik putih di menit-menit awal laga.

Malaysia lantas unggul duluan lewat Safee Sali di awal babak kedua. Mohammad Nasuha menyamakan skor sebelum tendangan M. Ridwan menjebol gawang Khairul Fahmi setelah terlebih dulu mengenai bek Malaysia.

Dengan kemenangan 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut, Indonesia pada akhirnya tak berhasil jadi juara karena kalah agregat 2-4 dari Malaysia yang menang 3-0 di leg I.

Jalannya Pertandingan

Kelengahan Indonesia di sektor kiri belakang pada menit dua nyaris dimanfaatkan pemain depan Malaysia. Untung buat Indonesia, Firman Utina masih bisa mencuri bola.

Semenit berselang, usaha Indonesia menekan kandas setelah bola umpan Firman terlalu deras lajunya sehingga tak bisa dikejar Arif. Umpan jauh kembali diarahkan ke Arif meski kiper Malaysia masih bisa mengamankan si kulit bundar.

Pada menit enam, umpan silang M.Nasuha sukses meluncur ke muka gawang. Tapi sekali lagi kiper Khairul Fahmi masih sigap menangkap bola.

Kerjasama Arif dan Irfan Bachdim diakhiri dengan sebuah umpan silang ke muka gawang pada menit sembilan masih bisa dipotong M. Fadhli.

Pelanggaran pada menit 11 usai Irfan dijatuhkan beberaoa meter dari luar kotak penalti. Firman mengambil pendek dan mengoper ke M. Ridwan yang dengan mudah kecolongan bola.

Irfan! Bola mengarah ke Irfan yang ada di muka gawang pada menit 16. Tapi ia kurang sigap meneruskan sehingga bola dengan mudah diamankan Khairul Fahmi.

Penalti untuk Indonesia pada menit 17! Wasit menunjuk titik putih usai M Sabre menyentuh bola dengan tangan. Sabre juga dapat kartu kuning.

Firman maju jadi algojo dan sepakannya ke arah kanan dengan mudah terbaca oleh kiper! Sayang sekali, peluang emas terbuang untuk Indonesia.

Markus dipaksa menyelamatkan gawang dari sepakan Ashari pada menit 21. Kemelut kemudian lahir tapi tidak melahirkan apa-apa.

Cristian Gonzales sukses menyambut bola hasil umpan silang dengan tandukan di tiang jauh pada menit 24. Tapi si kulit bundar masih menyisir di sisi gawang. Gonzales kembali berhasil menanduk bola di muka gawang, meski lagi-lagi bola belum menemui sasaran.

M. Ridwan berlari menyongsong bola di sisi kiri dan sukses menembus pertahanan Malaysia tanpa pengawalan. Tapi bola sepakannya lantas dengan sukses dipotong Fahmi.

Lagi-lagi peluang emas terbuang pada menit 29. Dari sebuah umpan terobosan, Ridwan dengan cerdik mendapat celah di pertahanan Malaysia. Tapi ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga bola kembali kandas di tangan kiper.

Tiga menit menuju turun minum dengan Indonesia dan Malaysia masih terus membagi skor 0-0. Peluang teranyar dihasilkan Gonzales dengan sepakan kerasnya di kotak penalti walau arahnya masih melambung.

Di tengah-tengah usaha Indonesia menyerang, Malaysia sukses melancarkan serangan balik akibat kesalahan oper Maman. Dengan serangan balik cepat, Mohd Safee Sali berhasil menjebol gawang Markus pada menit 53.

Pergantian pemain dilakukan oleh Alfred Riedl beberapa menit kemudian. Eka Ramdani menggantikan Firman dan Bambang Pamungkas menggantikan Irfan.

Gantian Malaysia melakukan pergantian pemain pada menit 61. Gelandang Amar Rohidan digantikan Razman Roslan yang pemain bertahan. Malaysia tampak cukup puas dengan skor saat ini.

Pergantian terakhir dibuat Indonesia pada menit 70 setelah Arif cedera. Tony Sucipto masuk.

Tak lama berselang, Indonesia mencetak gol! Bustomi melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis kiper sebelum Nasuha menceploskan bola rebound. Skor 1-1.

Malaysia merancang serangan balik. Dari sisi kiri bola digulirkan ke tengah dan Ashari kemudian melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang masih melebar di sisi gawang Markus.

Pada menit 76 Bepe melepaskan tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti. Tapi arahnya masih tepat ke kiper Fahmi.

Goool! Indonesia berbalik unggul 2-1 setelah sepakan keras Ridwan mengenai kepala pemain belakang Malaysia dan menceplos masuk.

Bepe! Ia melepaskan tendangan bebas dari luar kotak penalti yang susah payah ditepis kiper Malaysia. Skor 2-1 tidak berubah sampai peluit akhir dibunyikan.

Susunan Pemain

Indonesia: Markus; Zulkifli, Maman, Hamka, Nasuha; Ridwan, Firman (Eka Ramdani '57), Bustomi, Arif (Tony Sucipto '70); Gonzales, Irfan (Bambang '57).

Malaysia: Khairul Fahmi; M Sabre, M Faizal, M Muslim, M Fadhli; Safiq, Norshahrul Idlan, Amar (Razman Roslan '61), , Kunanlan Subramaniam; M Safee, M Ashari (Mohd Amri Yahyah '78).(detiksport.com)

by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]

SBY: Silahkan Kritik PSSI

Kritikan deras dialamatkan ke arah PSSI, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan juga panitia lokal selama gelaran Piala AFF 2010. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempersilakan kritik dilontarkan meski ia meminta itu dilakukan usai menghadapi Malaysia.

Perhelatan Piala AFF 2010 yang mulai digelar sedari 1 Desember lalu sarat dengan kritikan. Yang pertama jelas ditujukan kepada panitia lokal (LOC) Indonesia karena ketidakmampuan menangani distribusi tiket yang berujung kericuhan suporter.

Terkait dengan hal tersebut, PSSI selaku asosiasi sepakbola Indonesia juga kena sorotan karena ada di belakang LOC. Kritikan porsi besar juga diterima oleh Nurdin Halid, mulai dari kritikan yang bersifat halus sampai cukup kasar.

Hal itu tidak luput dari perhatian SBY. Ia mengaku menerima banyak laporan yang isinya banyak berisikan kritikan.

"Sejak tgl 26 kemarin saya terima banyak sms. Beragam isi kritiknya, tapi hampir semuanya ditujukan kepada PSSI," aku SBY dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (29/12/2010).

Berangkat dari hal tersebut, SBY pun mempersilakan agar kritikan disampaikan kepada PSSI yang juga ia harapkan dapat mewadahi masukan-masukan tersebut. Namun, presiden meminta agar itu dilakukan usai partai leg II final Piala AFF yang akan dihelat malam ini, mulai pukul 19.00 WIB.

"Di dalam situasi begini lebih baik kita bersatu padu dan kompak buat mendukung timnas," komentar SBY mengenai perjuangan timnas yang kini sedang tertinggal 0-3 dari Malaysia.

"Nanti kalau sudah selesai ada pandangan dan kritik terhadap PSSI, mari silakan disampaikan. Kita semua berharap agar PSSI ini jaya dan saya harap PSSI juga mendengar kritik masyarakat," paparnya melanjutkan.(detiksport.com)

by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]

Ayo, Bangkitkan Optimisme untuk Timnas

Kekalahan Tim Nasional (Timnas)  Indonesia dari Malayisa pada leg I tidak menyurutkan dukungan publik Indonesia terhadap Firman Utina dkk. Kekalahan tersebut justru memacu optimisme berbagai kalangan, tidak terkecuali politisi Senayan terhadap timnas untuk menundukan Malaysia pada leg kedua, di Gelora Bung Karno, nanti malam.

"Dalam pertandingan kedua nanti atau momentum yang sangat menentukan, saya yakin para pemain akan bermain cantik dengan menunjukan kemampuan tim yang baik," ujar Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chairul Mahfidz di Jakarta, Selasa (28/12/2010).

Tidak tanggung-tanggung, Irgan memprediksi Timnas kembali meraih kesuksesan dengan  menundukan Malaysia dengan skor telak 5-1, seperti dalam pertandingan penyisihan grup. Menurut dia, kekalahan Indonesia dalam leg I melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil lebih banyak disebabkan faktor nonteknis yang dilakukan supporter di sana. Akibatnya, pemain kita kehilangan konsentrasi saat bertanding.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh suporter Indonesia untuk tertib,  tidak lantas  membalas perlakuan supporter lawan. Sebab, dikhawatirkan akan justru merugikan kesebelasan kita.  "Kita harus tunjukan bahwa kita fair dengan menjunjung sportifitas. Jangan memberikan kesan sembrono," ujarnya.

Dia juga mengingatkan pihak PSSI untuk memantau secara cermat supporter yang mengikuti pertandingan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Optimisme juga diberikan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar.  "Memang agak berat bagi Indonesia untuk mengalahkan Malaysia dengan angka minimal 4-0. Tapi kita harus tetap optimis," katanya.

Dia memprediksi, timnas dapat membobol  tiga gol tanpa balas ke gawang Malaysia dalam 2x45 menit. Dengan begitu, kedudukan angka keduanya sama. Akhirnya pertandingan akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. "Pada babak perpanjangan ini tim nasional dapat menambah satu gol. Dengan begitu nilai yang diraih Indonesia lebih besar," tuturnya.

Marwan meyakini peluang bagi tim nasional untuk medapatkan angka besar dalam pertandingan nanti lebih mudah dengan catatan pemain memiliki mental yang baik dan tidak ceroboh. Selain itu semangat bertanding juga harus dilipatgandakan.

Untuk membantu konsentrasi Timnas, sebaiknya Timnas jangan dipolitisasi dengan mengikuti acara makan bersama, begitu juga dengan istighosah. Beri kesempatan pelatih dan pemain untuk berkonsentrasi. "Mari kita doakan agar Piala AFF jatuh ke tangan kita," ujarnya. (acf)
by: Admin [ Slemania Batal Kawin ]